Publika.my.id Jakarta, 4 Agustus 2026 – Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Guruh Muamar Khadafi, S.IP., M.M., menegaskan bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama untuk hidup makmur, sejahtera, sentosa, adil, dan bijaksana. Pernyataan tersebut disampaikannya kepada awak media usai menghadiri acara Deklarasi Hari Kebangkitan Ekonomi Pancasila yang diselenggarakan di Gedung RRI, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026).
Menurut Guruh Muamar Khadafi, momentum deklarasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangkitkan kembali semangat ekonomi nasional yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Salah satu rangkaian kegiatan adalah peluncuran sebuah buku yang mengangkat kembali pemikiran ekonom sekaligus pejuang kemerdekaan Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo, mengenai pentingnya membangun kedaulatan ekonomi bangsa.
Ia menjelaskan bahwa peluncuran buku tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan upaya menghidupkan kembali gagasan-gagasan besar Soemitro Djojohadikusumo yang sejak awal menolak segala bentuk penjajahan, termasuk penjajahan ekonomi dalam bentuk baru.
Semua warga negara berhak kaya, sejahtera, sentosa, adil, dan bijaksana. Peluncuran buku ini menghidupkan kembali pikiran Soemitro Djojohadikusumo sebagai pejuang kemerdekaan ekonomi yang menolak penjajahan dalam bentuk baru. Pemikiran beliau menjadi inspirasi dalam membangun kedaulatan ekonomi nasional yang berlandaskan Pancasila,” ujar Guruh.
Menurutnya, semangat ekonomi kerakyatan yang diwariskan Soemitro masih sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Gagasan tersebut, kata dia, menempatkan rakyat sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi sekaligus memastikan hasil pembangunan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat.
Guruh menilai, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah berupaya menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam berbagai program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Ini merupakan gagasan dan pemikiran bagaimana ekonomi kerakyatan dan ekonomi yang berkeadilan dapat terus dilaksanakan. Semangat itulah yang sedang dijalankan Presiden Prabowo, yakni menghadirkan keadilan ekonomi bagi seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, Guruh menjelaskan bahwa salah satu implementasi nyata dari konsep tersebut adalah pengembangan Koperasi Merah Putih dan koperasi desa yang kini terus diperkuat pemerintah.
Menurutnya, koperasi tidak hanya dipandang sebagai lembaga usaha semata, tetapi telah berkembang menjadi infrastruktur ekonomi pemerintah yang hadir hingga ke tingkat desa.
Koperasi Merah Putih bukan hanya sekadar membangun usaha. Ini merupakan bentuk infrastruktur pemerintah bagi masyarakat desa sehingga perekonomian masyarakat dapat tumbuh secara merata,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan koperasi desa diharapkan mampu menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan pokok masyarakat, termasuk penyaluran barang-barang bersubsidi yang selama ini menjadi kebutuhan utama warga.
Melalui koperasi tersebut, lanjut Guruh, berbagai komoditas seperti gas LPG 3 kilogram, minyak goreng, pupuk, hingga barang-barang bersubsidi lainnya dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran.
Dengan koperasi, penjualan gas 3 kilogram, minyak goreng, pupuk, serta berbagai barang subsidi dapat dilakukan melalui satu sistem yang lebih terintegrasi sehingga penyalurannya tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerataan ekonomi merupakan salah satu tujuan utama pembangunan nasional. Karena itu, pemerintah terus mendorong hadirnya pusat-pusat ekonomi baru di desa agar kesejahteraan masyarakat tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.
Menurut Guruh, apabila koperasi desa mampu berjalan secara optimal, maka akan tercipta ekosistem ekonomi kerakyatan yang kuat, memperluas kesempatan usaha, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
Deklarasi Hari Kebangkitan Ekonomi Pancasila di Gedung RRI Jakarta Pusat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen berbagai elemen bangsa dalam membangun sistem ekonomi nasional yang berpihak kepada rakyat, berlandaskan nilai-nilai Pancasila, serta mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa tentang Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.(jfr)



















