Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Kepala Kampung Atou, Distrik Mapia Tengah Kab Dogiyai provinsi Papua Tengah Yohanes Nokuwo: Program Kepala Desa Masuk Kampus UI Bekali Desa Menuju Kemandirian

×

Kepala Kampung Atou, Distrik Mapia Tengah Kab Dogiyai provinsi Papua Tengah Yohanes Nokuwo: Program Kepala Desa Masuk Kampus UI Bekali Desa Menuju Kemandirian

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

lPublika.my.id  Depok, 16 Juli 2026 – Program Kepala Desa Masuk Kampus Universitas Indonesia (UI) Gelombang II yang berlangsung pada 15–16 Juli 2026 di Universitas Indonesia, Depok, memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi para kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu peserta yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Yohanes Nokuwo, Kepala Kampung Atou, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah.

Pada penutupan kegiatan, Yohanes menyampaikan bahwa selama mengikuti program yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan Universitas Indonesia tersebut, dirinya memperoleh banyak pengetahuan yang dapat diterapkan untuk membangun desanya.

Example 300x600

Menurut Yohanes, materi yang diberikan para dosen dan mahasiswa UI membuka cara pandang baru mengenai tata kelola pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, hingga pemanfaatan potensi ekonomi yang selama ini belum tergarap secara optimal.

Kami mendapatkan banyak pelajaran selama berada di Kampus UI. Ilmu yang diberikan sangat bermanfaat untuk membangun desa agar dikelola dengan baik. Harapan kami, masyarakat dapat berkembang melalui sektor pertanian dan peternakan sehingga mampu hidup lebih mandiri,” ujar Yohanes.

Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah desa merupakan langkah yang sangat penting. Kehadiran mahasiswa di desa, menurutnya, akan mempercepat proses transfer pengetahuan kepada masyarakat sehingga berbagai inovasi dapat langsung diterapkan.

Yohanes menjelaskan bahwa masyarakat desa membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar mampu mengembangkan potensi lokal yang dimiliki. Dengan bimbingan langsung dari mahasiswa maupun akademisi, masyarakat akan lebih mudah memahami cara mengelola sumber daya desa secara produktif.

Kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat sangat diperlukan. Dengan pembelajaran langsung dari mahasiswa, masyarakat akan lebih cepat memahami berbagai ilmu yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” katanya.

Lebih lanjut, Yohanes mengatakan salah satu materi yang paling berkesan baginya adalah mengenai pengelolaan sampah menjadi sumber ekonomi. Menurutnya, para dosen UI menjelaskan bahwa barang-barang yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai jual.

Dosen menjelaskan bahwa plastik saja bisa menjadi uang. Botol Aqua bekas pun dapat menghasilkan nilai ekonomi apabila mampu dikelola dengan baik dan mendapatkan pendampingan. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami untuk diterapkan di kampung,” ungkap Yohanes.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama mengikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus dapat menjadi bekal dalam membangun Kampung Atou agar masyarakat semakin mandiri dan tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah.

Harapan saya, masyarakat dapat mandiri, mampu mengelola potensi yang ada, dan tidak terus-menerus mengharapkan bantuan pemerintah. Dengan ilmu yang kami peroleh dari Kampus UI, kami optimistis desa bisa berkembang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, acara penutupan Program Kepala Desa Masuk Kampus UI Gelombang II dipimpin oleh Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Dr. Drs. La Ode Ahmad P. Bolombo, A.P., M.Si.

Dalam sambutannya, Dirjen Bina Pemdes menyampaikan kebanggaannya dapat bertemu langsung dengan para kepala desa dari seluruh Indonesia. Menurutnya, kepala desa merupakan pemimpin yang paling memahami kondisi masyarakat, potensi wilayah, serta berbagai persoalan yang dihadapi setiap keluarga di desanya.

Saya bangga bisa bersama-sama dengan para kepala desa. Kepala desa adalah pemimpin yang mengetahui kondisi setiap kepala keluarga di desanya, memahami potensi yang dimiliki desa, serta mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar La Ode Ahmad P. Bolombo.

Ia menegaskan bahwa posisi kepala desa sangat strategis karena berada di garis terdepan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas kepala desa harus terus dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, dan kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan.

Program Kepala Desa Masuk Kampus menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Dalam Negeri dalam menciptakan pemerintahan desa yang profesional, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui kerja sama dengan Universitas Indonesia, para kepala desa memperoleh materi mengenai tata kelola pemerintahan desa, kepemimpinan, inovasi pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi desa berbasis ilmu pengetahuan.

Selain memperkaya wawasan, kegiatan ini juga menjadi ruang bertemunya para kepala desa dari berbagai provinsi untuk saling bertukar pengalaman, membangun jejaring, serta memperkuat kolaborasi dalam upaya memajukan desa masing-masing.

Bagi Yohanes Nokuwo, pengalaman mengikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus UI Gelombang II menjadi bekal penting untuk membawa perubahan di Kampung Atou, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Ia berkomitmen menerapkan ilmu yang diperoleh demi mendorong lahirnya masyarakat desa yang produktif, mandiri, dan sejahtera melalui pemanfaatan potensi lokal, pengembangan pertanian dan peternakan, serta pengelolaan lingkungan yang bernilai ekonomi.(jfr)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *