Publika.my.id Jakarta, 4 Agustus 2026 – Penulis, peneliti, dan ekonom strukturalis Dr. Agus Rizal, SF., MM. meluncurkan buku berjudul Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan sebagai upaya menghidupkan kembali pemikiran ekonom sekaligus negarawan Indonesia, Prof. Soemitro Djojohadikusumo, mengenai pentingnya membangun kedaulatan ekonomi nasional yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Acara peluncuran buku yang dihadiri oleh sejumlah pejabat kementerian, lembaga pemerintah, akademisi, peneliti, praktisi ekonomi, serta berbagai elemen masyarakat tersebut juga dihadiri selaku Menteri Koperasi Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Dr. Agus Rizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir dan menegaskan bahwa peluncuran buku ini bukan sekadar memperkenalkan sebuah karya ilmiah, melainkan mengajak publik kembali mendiskusikan arah pembangunan ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan global.
Terima kasih kepada seluruh tamu undangan, kementerian dan lembaga pemerintahan, akademisi, para peneliti, serta seluruh hadirin yang kami banggakan. Kehadiran Bapak dan Ibu menjadi semangat bagi kami dalam meluncurkan buku ini sebagai bagian dari agenda kebangsaan menuju kemandirian ekonomi bangsa,” ujar Dr. Agus Rizal ,Ia juga menyampaikan penghargaan kepadaPT Hamasa . PT Sandi jasa Estika
Ethos Kreatif Indonesia PT yang telah memberikan dukungan terhadap penerbitan buku tersebut sehingga dapat menjadi salah satu kontribusi nyata dalam memperkaya khazanah pemikiran ekonomi nasional.
Menurut Agus Rizal, buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan berupaya menghidupkan kembali gagasan-gagasan Soemitro Djojohadikusumo sebagai pejuang ekonomi yang sejak awal menolak segala bentuk penjajahan, termasuk penjajahan dalam bentuk baru melalui ketergantungan ekonomi terhadap modal, industri, perdagangan, maupun pasar global.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh hanya bertumpu pada kekuatan modal dan mekanisme pasar semata. Bangsa Indonesia, katanya, harus kembali menempatkan pemerataan ekonomi, koperasi, serta penguatan kapasitas produksi nasional sebagai fondasi pembangunan.
Apabila perekonomian kita masih bergantung pada penguatan modal, sumber daya industri, perdagangan, dan pasar tanpa membangun kekuatan produksi nasional, maka kita akan terus berada dalam posisi yang rentan. Kita tidak boleh melupakan kesetaraan ekonomi sebagai cita-cita bangsa Indonesia,” katanya.
Dalam paparannya, Agus Rizal menegaskan bahwa koperasi harus kembali menjadi instrumen utama pemerataan ekonomi nasional. Menurutnya, koperasi merupakan wujud nyata ekonomi Pancasila yang berpihak kepada masyarakat sekaligus mampu memperkuat industri padat karya.
Ia menilai negara harus kembali hadir secara aktif dalam mengelola sektor-sektor strategis demi menjaga kedaulatan ekonomi nasional.
“Negara harus mengembalikan penguasaan atas sektor-sektor strategis ekonomi. Koperasi harus berpihak pada pembangunan industri padat karya bersama, sementara investasi diarahkan pada industri yang memiliki nilai tambah tinggi sehingga mampu memperkuat perekonomian nasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, Agus Rizal mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan negara-negara maju tidak lahir hanya karena mekanisme pasar, tetapi karena kehadiran negara dalam membangun industri nasional dan memperkuat kapasitas produksinya.
Menurutnya, merebut kembali kedaulatan ekonomi bukan sekadar meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjaga kemandirian bangsa dalam menghadapi perubahan ekonomi global.
Kita harus berani mengubah struktur ekonomi, bukan hanya struktur mental. Selama ini kita terlalu banyak berbicara mengenai pola pertumbuhan, tetapi melupakan kapasitas produksi nasional. Padahal kekuatan produksi itulah yang akan menentukan kemampuan Indonesia menjadi negara pengekspor dengan industri nasional yang kuat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia harus kembali berorientasi pada penguatan industri nasional, peningkatan produktivitas, dan hilirisasi yang memberikan nilai tambah bagi sumber daya dalam negeri.
Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan diharapkan menjadi referensi bagi pemerintah, akademisi, mahasiswa, pelaku usaha, maupun masyarakat luas untuk memahami kembali pemikiran ekonomi Soemitro Djojohadikusumo yang dinilai masih relevan dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional saat ini.
Melalui buku tersebut, Dr. Agus Rizal mengajak seluruh elemen bangsa menghidupkan kembali semangat Ekonomi Pancasila sebagai dasar membangun Indonesia yang mandiri, berdaulat, adil, dan sejahtera.
Indonesia harus kembali berdaulat secara ekonomi. Nilai-nilai Ekonomi Pancasila harus dihidupkan kembali agar pembangunan benar-benar berpihak kepada kepentingan nasional dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.(jfr)



















