Publika.my.id Jakarta 22 juli 2026– Ketua Umum Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan jajaran Pimpinan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masa bakti 2026–2031 dari seluruh Indonesia. Pelantikan berlangsung di Alun-alun Fatahillah, Kawasan Kota Tua, Jakarta, pada 22 Juli 2026.
Salah satu pimpinan DPC yang dilantik adalah Rusman Latief, S.H., anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Teluk Wondama, Papua Barat, yang juga merupakan kader PKB. Rusman tercatat sebagai satu-satunya kader PKB yang berhasil meraih kursi legislatif di DPRK Teluk Wondama pada Pemilu 2024 untuk masa jabatan 2024–2029.
Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi nasional bagi PKB dalam mempersiapkan organisasi menghadapi agenda politik menuju Pemilu 2029. Seluruh pimpinan DPC dari berbagai daerah dikukuhkan untuk menjalankan roda organisasi selama periode 2026–2031.
Dalam prosesi pelantikan, Cak Imin memimpin pembacaan sumpah jabatan yang diikuti seluruh pimpinan DPC PKB se-Indonesia. Mereka berjanji untuk senantiasa mengabdi dan berjuang dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Selain itu, para pengurus juga bersumpah menjaga pikiran, sikap, dan perbuatan dalam memperjuangkan cita-cita Partai Kebangkitan Bangsa. Mereka menyatakan komitmen untuk selalu taat kepada pimpinan partai, menjalankan amanah dengan jujur dan penuh tanggung jawab, mengedepankan kepentingan partai, serta melaksanakan kontrak kerja yang telah ditandatangani.
Dalam sumpah tersebut juga ditegaskan bahwa setiap pengurus siap menerima sanksi organisasi apabila terbukti melanggar janji dan ketentuan yang telah disepakati sebagai bentuk komitmen terhadap disiplin organisasi.
Usai mengikuti pelantikan, Rusman Latief menyampaikan optimismenya terhadap masa depan PKB di Papua Barat. Menurutnya, pelantikan pimpinan DPC secara serentak menjadi energi baru untuk memperkuat konsolidasi partai hingga ke tingkat akar rumput.
Kami di Papua Barat menyambut baik pelantikan ini. Dengan semangat baru dan konsolidasi yang semakin kuat, kami optimistis perolehan kursi PKB di Papua Barat dapat meningkat hingga 50 persen pada Pemilu 2029,” ujar Rusman.
Ia menegaskan, target tersebut bukan sekadar harapan, tetapi akan diwujudkan melalui kerja politik yang terstruktur, penguatan organisasi, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Rusman mengatakan seluruh kader PKB di Papua Barat akan bekerja lebih maksimal dalam membangun komunikasi dengan masyarakat, memperkuat struktur partai di setiap wilayah, serta menghadirkan program-program yang menjawab kebutuhan rakyat.
Kami yakin PKB mampu menambah jumlah kursi DPRD pada Pemilu 2029. Seluruh kader akan bekerja keras, menjaga soliditas, dan terus hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Menurut Rusman, keberhasilan PKB meningkatkan perolehan suara hanya dapat dicapai melalui kerja kolektif seluruh jajaran partai mulai dari tingkat cabang hingga ranting. Karena itu, pelantikan pimpinan DPC menjadi langkah awal memperkuat mesin partai untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
Pelantikan pimpinan DPC PKB se-Indonesia juga menjadi bagian dari strategi nasional PKB dalam memperkuat struktur organisasi di seluruh daerah. Dengan kepengurusan baru masa bakti 2026–2031, partai berharap seluruh DPC mampu menjalankan program kerja secara efektif, meningkatkan konsolidasi internal, serta memperluas dukungan masyarakat menuju Pemilu 2029.
Bagi Rusman Latief, amanah sebagai pimpinan DPC sekaligus anggota DPRK Teluk Wondama menjadi tanggung jawab besar untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Papua Barat, memperkuat eksistensi PKB di daerah, dan mengantarkan partai meraih hasil yang lebih baik pada pemilu mendatang.(jfr)



















