Publika.my.id. Jakarta 21-25 – Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan menghadirkan kekayaan budaya dan kuliner khas Bumi Sriwijaya dalam ajang Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, pada 21–25 Juli 2026. Melalui beragam koleksi songket Palembang, aneka kuliner tradisional, serta produk UMKM binaan, Bhayangkari Sumatera Selatan berupaya memperkenalkan warisan budaya daerah kepada masyarakat dari seluruh Indonesia.
Eka Leni Sidiq dari Bhayangkari Sumatera Selatan menjelaskan bahwa songket menjadi produk unggulan yang ditampilkan karena merupakan salah satu identitas budaya Palembang yang telah dikenal luas hingga mancanegara.
Songket memang identik dengan Palembang. Karena itu kami membawa berbagai model songket untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Songket tidak hanya digunakan sebagai selendang, tetapi sekarang sudah berkembang menjadi berbagai model busana, termasuk gaun atau dress yang terlihat sangat indah ketika dikenakan,” ujar Eka Leni saat ditemui di sela-sela pameran.
Menurutnya, perkembangan dunia fesyen telah membuka peluang baru bagi kain songket untuk tampil lebih modern tanpa meninggalkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Inovasi tersebut diharapkan mampu menarik minat generasi muda agar semakin mencintai produk wastra Nusantara.
Selain wastra, stand Bhayangkari Sumatera Selatan juga menghadirkan berbagai kuliner khas Palembang yang selama ini menjadi daya tarik wisata kuliner daerah. Pengunjung dapat menemukan pempek, laksan, tekwan, hingga beragam kue basah tradisional yang diproduksi oleh pelaku UMKM binaan Bhayangkari Sumatera Selatan.
Eka Leni mengatakan pempek memang sudah dikenal masyarakat luas, termasuk melalui berbagai merek terkenal yang telah membuka cabang di Jakarta. Namun, menurutnya, masih banyak kuliner khas Sumatera Selatan lainnya yang layak diperkenalkan kepada masyarakat.
Kalau pempek memang sudah sangat dikenal, termasuk ada yang dijual di Jakarta. Tetapi kami juga membawa laksan, tekwan, dan berbagai macam kue basah khas Sumatera Selatan agar masyarakat semakin mengenal kekayaan kuliner daerah kami,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil karya dan pembinaan Bhayangkari Sumatera Selatan bersama para pelaku UMKM. Kehadiran mereka dalam pameran menjadi kesempatan penting untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan kualitas produk lokal kepada pengunjung dari berbagai daerah.
Menurut Eka Leni, kualitas songket Palembang selama ini telah mendapatkan pengakuan masyarakat Indonesia karena memiliki motif yang khas, proses pembuatan yang rumit, serta nilai seni yang tinggi. Oleh sebab itu, Bhayangkari Sumatera Selatan terus mendorong inovasi agar songket tetap berkembang mengikuti tren tanpa menghilangkan ciri khas budaya Palembang.
QKami berharap ke depan Bhayangkari Sumatera Selatan dapat terus meningkatkan karya-karya yang lebih bagus dan lebih baik lagi. Semua orang sudah mengetahui bahwa kualitas songket Palembang sangat bagus dan menjadi kebanggaan Indonesia,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat yang belum mengenal songket Palembang agar datang langsung melihat berbagai koleksi yang dipamerkan. Menurutnya, masyarakat akan memperoleh pemahaman bahwa songket kini tidak hanya hadir sebagai kain tradisional, tetapi telah berkembang menjadi berbagai produk fesyen modern yang elegan.
Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 sendiri resmi digelar pada 21–25 Juli 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Kegiatan tahunan dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) Bhayangkari tersebut menjadi ajang promosi produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari seluruh Indonesia.
Mengusung semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat, pameran menghadirkan beragam produk unggulan mulai dari fesyen, wastra Nusantara, kerajinan tangan, aksesori, kuliner khas daerah, hingga produk ekonomi kreatif hasil karya anggota Bhayangkari dan UMKM binaan.
Selama penyelenggaraan, pengunjung juga disuguhkan berbagai kegiatan seperti bazar produk unggulan, pertunjukan seni budaya, talkshow, demonstrasi produk, serta pelatihan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM di era digital.
Melalui Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Bhayangkari menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Ajang ini diharapkan mampu memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing di pasar nasional maupun internasional, sekaligus menjadi wadah kolaborasi antara Bhayangkari, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam melestarikan budaya serta mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.(jfr)



















