Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Kepala Desa Suatang: Program Kepala Desa Masuk Kampus UI Perlu Dilanjutkan untuk Tingkatkan Kapasitas Pemimpin Desa

×

Kepala Desa Suatang: Program Kepala Desa Masuk Kampus UI Perlu Dilanjutkan untuk Tingkatkan Kapasitas Pemimpin Desa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Publika.my.id  Depok 16/juli 2026 – Kepala Desa Suatang, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, Masranianysah (Raniasah), menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Program Kepala Desa Masuk Kampus Universitas Indonesia (UI) Gelombang II yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Bina Pemdes).

Menurut Raniasah, program tersebut memberikan manfaat yang sangat besar bagi para kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui pembelajaran langsung di lingkungan akademik Universitas Indonesia, para peserta memperoleh wawasan baru mengenai tata kelola pemerintahan desa, pengembangan potensi daerah, hingga strategi membangun desa yang lebih maju dan berdaya saing.

Example 300x600

Program Kepala Desa Masuk Kampus ini sangat baik bagi kepala desa. Banyak pengetahuan dan wawasan yang sebelumnya belum kami pahami, kini menjadi lebih jelas setelah mendapatkan bimbingan dari para dosen dan pengajar di kampus. Ilmu yang kami peroleh akan menjadi bekal dalam mengembangkan potensi desa masing-masing,” ujar Raniasah usai mengikuti acara penutupan Program Kepala Desa Masuk Kampus UI Gelombang II di Depok, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa Desa Suatang memiliki potensi yang cukup besar, terutama di sektor perkebunan. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui tata kelola yang baik, peningkatan sumber daya manusia, serta dukungan inovasi yang diperoleh dari program pendidikan seperti Kepala Desa Masuk Kampus.

Selain pengembangan sektor perkebunan, Raniasah juga menyoroti pentingnya penanganan persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Menurutnya, desa membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern agar kebersihan lingkungan tetap terjaga dan mampu mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.

Kami berharap ke depan dapat membangun kerja sama dalam pengelolaan sampah, termasuk dukungan teknologi dan mesin pengolahan sampah agar persoalan ini dapat ditangani dengan lebih baik,” katanya.

Raniasah berharap Program Kepala Desa Masuk Kampus tidak berhenti pada Gelombang II, melainkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak kepala desa yang memperoleh kesempatan meningkatkan kapasitas, memperluas wawasan, dan memperkuat kompetensi dalam memimpin desa.

Acara penutupan Program Kepala Desa Masuk Kampus UI Gelombang II dipimpin oleh Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Dr. Drs. La Ode Ahmad P. Bolombo, A.P., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga dapat bertemu dan berdialog langsung dengan para kepala desa dari seluruh Indonesia.

Kepala desa adalah pemimpin yang mengetahui kondisi setiap kepala keluarga di desanya, memahami potensi yang dimiliki desa, serta mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar La Ode Ahmad P. Bolombo.

Ia menegaskan bahwa kepala desa memiliki posisi yang sangat strategis sebagai ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kepala desa harus terus dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, dan kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan tinggi.

Program Kepala Desa Masuk Kampus merupakan salah satu langkah strategis Kementerian Dalam Negeri untuk membangun pemerintahan desa yang profesional, inovatif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan. Melalui kerja sama dengan Universitas Indonesia, para kepala desa memperoleh pembelajaran mengenai kepemimpinan, tata kelola pemerintahan desa, inovasi pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan potensi desa berbasis ilmu pengetahuan.

Selain memperkaya pengetahuan, program ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi para kepala desa dari berbagai provinsi untuk saling bertukar pengalaman, berbagi praktik terbaik, serta membangun jejaring kerja sama dalam mempercepat pembangunan desa di seluruh Indonesia.

Bagi Raniasah, pengalaman mengikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus menjadi motivasi untuk membawa berbagai gagasan baru ke Desa Suatang. Ia optimistis ilmu yang diperoleh selama mengikuti kegiatan di Universitas Indonesia dapat diterapkan dalam pembangunan desa, terutama dalam mengoptimalkan potensi perkebunan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mencari solusi atas persoalan pengelolaan sampah melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dengan semangat belajar dan berbagi pengalaman yang diperoleh selama program berlangsung, Raniasah berharap Desa Suatang dapat terus berkembang menjadi desa yang maju, mandiri, dan mampu memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakatnya.(jfr)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *