Publika.my.id. Depok, 16 Juli 2026 – Kepala Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Saurim, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Universitas Indonesia (UI) atas penyelenggaraan program “Kepala Desa Masuk Kampus UI” Angkatan II yang resmi ditutup di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Kamis (16/7/2026).
Menurut Saurim, kegiatan peningkatan kapasitas kepala desa tersebut memberikan pengalaman akademik sekaligus wawasan baru yang sangat bermanfaat dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Dalam Negeri dan Universitas Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada para kepala desa untuk belajar langsung di lingkungan kampus. Program ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia aparatur desa,” ujar Saurim usai mengikuti penutupan kegiatan.
Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak kepala desa di seluruh Indonesia memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi melalui pendidikan, diskusi ilmiah, dan pendampingan dari kalangan akademisi.
Menurutnya, materi yang diperoleh selama mengikuti pembelajaran di Universitas Indonesia tidak hanya menambah wawasan mengenai tata kelola pemerintahan desa, tetapi juga membuka perspektif baru dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berbasis potensi lokal.
Saurim menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa perlu terus diperkuat. Ia berharap Universitas Indonesia dapat memberikan pendampingan kepada desa-desa di berbagai daerah melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Harapan kami, pihak kampus tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga dapat mendampingi desa-desa di Indonesia agar ilmu yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan dalam pembangunan desa. Bimbingan para dosen sangat baik dan akan sangat membantu desa untuk terus berkembang,” katanya.
Sebagai Kepala Desa Batu Jangkih, Saurim menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki potensi besar di sektor peternakan, khususnya pengembangan sapi. Karena itu, hasil pembelajaran dari program “Kepala Desa Masuk Kampus UI” akan menjadi bekal untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan yang lebih modern dan produktif.
Ia juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, maupun investor dalam mengembangkan peternakan sapi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, NTB selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan peternakan sapi, termasuk sapi Limousin yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Saurim berharap kerja sama tersebut dapat meningkatkan kualitas bibit, penerapan teknologi peternakan, manajemen pakan, kesehatan hewan, hingga pemasaran hasil ternak sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para peternak di Lombok Tengah dan wilayah NTB secara umum.
Potensi peternakan sapi di NTB sangat besar. Kami berharap dapat menjalin kerja sama dengan berbagai pihak agar pengembangan peternakan semakin maju, produktif, dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa,” ungkapnya.
Program “Kepala Desa Masuk Kampus UI” merupakan salah satu upaya peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa melalui pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kepala desa yang adaptif, inovatif, serta memiliki kemampuan merancang pembangunan desa berdasarkan ilmu pengetahuan, riset, dan potensi lokal.
Melalui sinergi antara Kementerian Dalam Negeri, perguruan tinggi, dan pemerintah desa, diharapkan lahir berbagai inovasi pembangunan yang mampu mempercepat kemajuan desa-desa di Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.



















